Juni 17, 2024

Media Perisai Kebenaran Nasional

Seperti Anak Panah Sitangan Pahlawan

Buntut Dari Adanya Dugaan Provokasi Di Organisasi Bekasi, Saksi Hidup Datang Ke Kantor Perisai Kebenaran Nasional Guna Memberikan Klarifikasi

Bekasi, Jurnal Humas Media PKN, 20 September 2023 – Kantor DPP Perisai Kebenaran Nasional didatangi oleh anggota organisasi Masyarakat yang berada di Bekasi pada Senin 18 September 2023, kedatangan para anggota organisasi tersebut lebih kurang sebanyak 20 orang dengan tujuan guna menemui pihak pengacara Ibu RN (klien PKN sebelumnya)

Pihak organisasi yang mendatangi kantor DPP PKN dikonfirmasi atas adanya pengaduan yang diterima oleh mereka, RN menceritakan bahwa kendala yang dialami olehnya tidak terselesaikan di kantor DPP PKN, sehingga RN mengharapkan adanya bantuan yang datang dari pihak organisasi tersebut dalam menangani kasus hukum utang-piutang yang dialami olehnya itu, Saat kedatangan RN beserta anggota dari organisasi tersebut, terjadilah kerusuhan sehingga munculnya hinaan serta perkataan kasar yang dilontarkan oleh anggota tersebut secara emosional kepada pengacara PKN, Dakka Duri Busisa, S.H yang saat itu berusaha menengahi

Melihat kondisi massa yang dinilai sudah tidak kondusif, Ketua Umum PKN, Dikaios Mangapul Sirait-pun turun tangan dan menjelaskan atas kronologi pidana yang terjadi, Ketua Umum PKN menjelaskan terkait kejadian RN saat membuat laporan Pengaduan Masyarakat di PKN dan penyelesaian perkara tersebut, yang mana uang atau utang yang dipinjami oleh RN sudah dikembalikan oleh UN sesuai dengan perjanjian dan kesepakatan yang sudah ditandatangani, setelah kasus selesai RN tidak mau bertindak sesuai dengan yang ada pada perjanjian tersebut,

“Kami membantu Ibu ini (RN), Rekan-rekan juga ingin membantu, jadi apa salahnya kami disini selaku kuasa hukum ibu RN? Kalau memang terkait Surat Kuasa, maka juga sudah diberikan fotocopy-nya ke Ibu RN” Ujar Dikaios Mangapul Sirait

Atas kejadian tidak menyenangkan tersebut, Ketua Umum PKN, Dikaios Mangapul Sirait membuat laporan polisi ke Polres Metro Bekasi guna mengadukan agar ditemukannya otak dibalik kedatangan para anggota organisasi tersebut ke kantor PKN sehingga menimbulkan kerusuhan, untuk memperkuat bukti atas laporan polisi yang sebelumnya ditolak itu, saksi hidup atas perkara RN didatangkan, yakni UN.

Kedatangan UN juga guna mengklarifikasi atas perkara hukum dirinya dengan RN yang untuk penyelesaiannya sendiri sudah dimediasi di Kantor PKN, UN juga bersedia menjelaskan terkait kronologi peristiwa hukum yang terjadi

“Kan saya udah mengosongkan rumah, sertifikat juga udah diserahin dia(RN) tapi selalu didatangi dan disalahi terus ‘kenapa kunci diserahin ketua?’ kata RN lalu saya bilang kan pak ketua itu pengacara tante (RN), harusnya konfirmasi tante ama dia, rumah udah dikosongin, saya udah gapunya apa-apa lagi, saya bilang” ujar penuturan UN terkait tekanan yang didapatkan dari RN

Konci rumah yang djadikan jaminan sebagai perkara utang-piutang tersebut juga saat ini masih disimpan di kantor PKN , dikatakan juga bahwa UN meminjam uang ke bank agar utang yang dipinjam UN ke RN dapat terbayar, namun RN malah meminta agar rumah yang dijadikan jaminan itu dan akan dijual ke pihak ketiga, agar diserahkan ke RN dengan nominal yang rendah

“Dia juga nyalahin saya, kenapa rumah itu dijual? Serahin aja ke saya sini 20juta, rumah milik kami’ begitu kata dia” ketua umum juga mengatakan bahwa Tindakan yang dilakukan itu tidaklah baik, karena tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati dan tanpa sepengetahuan DPP PKN

Kedua pihak tersebut juga sudah menyepakati bahwa jumlah uang yang dibayar adalah Rp127.500.000-,

“ Awalnya, ibu itu sudah sepakat supaya utang yang dibayarkan sebesar Rp127.500.000-, dan ada suratnya malah sebelumnya dia meminta Rp300.000.000 dari modal pinjaman Rp50.000.000, jelas kami tidak terima, kami tegor, Bapak ini (UN) sudah patuh dan kehilangan rumahnya, masa mau dipenjarakan juga”

Demikian penuturan Ketua Umum PKN, Dikaios Mangapul Sirait.(cr)