07/09/2026

Jurnal Humas Media PKN

Seperti Anak Panah Sitangan Pahlawan

Ketum PKN Soroti Kembalinya Sejumlah Tokoh Lama di Pemerintahan Prabowo : Mungkinkah Nepotisme Telah Kembali?

Bekasi Kota, 07 September 2026, Jurnal Humas Media PKN — Ketua Umum Perisai Kebenaran Nasional (PKN), Mangapul Sirait, S.H., menyoroti munculnya kembali sejumlah tokoh-tokoh lama yang kini menempati posisi-posisi penting di pemerintahan. Tokoh-tokoh tersebut dianggap merupakan bagian dari kolega Presiden Prabowo.

Sejumlah tokoh-tokoh yang disebutkan namanya adalah Djamari Chaniago saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia dan Sjafrie Sjamsoeddin saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

Ketua Umum PKN tersebut menyoroti kinerja Sjafrie Sjamsoeddin yang saat ini menjabat sebagai Menhan RI. Ketum PKN berpendapat bahwa seharusnya Sjafrie sebagai Menhan harus bisa memberikan pendapatnya terhadap opini publik terutama pada kasus dugaan korupsi Jampidus lalu.

“Harus dicek, bersih ga nih Sjafrie Sjamsoeddin ini? Jadi Menhan. Termasuk terhadap apa-pun yang diopinikan masyarakat, terutama pada kasus Jampidsus lalu” Ujar Mangapul Sirait, S.H


Gambar 1.1 foto masa muda Prabowo & Sjafrie

Sebagaimana diketahui, bahwa Sjafrie Sjamsoeddin adalah teman Prabowo sejak masa pendidikan AKABRI angkatan tahun 1974. Hubungan keduanya sering digambarkan sebagai sahabat karib (bestie) dan rekan seperjuangan yang telah berlangsung selama lebih dari 50 tahun.

Di dalam pernyataannya, Ketum PKN menegaskan bahwa seseorang seharusnya menduduki sebuah jabatan karena kemampuan, pengalaman, dan tanggung jawabnya, bukan semata-mata karena hubungan pertemanan atau kedekatan sebagai kolega. Mangapul Sirait, S.H juga mengingatkan agar generasi muda melawan apabila adanya suatu jabatan yang diduduki karena adanya kedekatan kolega.

“Ayo kepada para generasi muda, jangan biarkan yang tua-tua menempati posisi, apabila memang itu kemampuannya, kita apresiasi, tapi apabila itu karena adanya kedekatan kolega maka harus kita Lawan!,” tegas Mangapul dalam penyampaiannya.

Sikap tegas tersebut juga ternyata telah diterapkan di lingkungan internal kantor DPP-BPH PKN. Ia mengaku selalu meminta jajaran dan stafnya untuk menjalankan tugas sesuai dengan perintah serta tanggung jawab masing-masing, karena menurut Mangapul Sirait, S.H., kedekatan secara pribadi tidak boleh menjadi alasan seseorang mendapatkan perlakuan khusus dalam menjalankan tugas.

“Di kantor saya sendiri, memang ada orang-orang yang berjasa kepada saya, tapi diapun harus kudesak, mampu ga kamu di tugasmu, supaya terbukti tidak ada kolega” Ujar Mangapul Sirait, S.H

Demikian humas media PKN melaporkan. (cr01)

About The Author